Thursday, 5 April 2012

Membandingkan besarnya kuat arus listrik yang dihasilkan buah apel, jeruk dan kentang

BAB I
Pendahuluan

Latar Belakang Masalah
            Seiring berjalannya waktu maka persediaan sumber energi di bumi kita akan semakin menipis, seperti halnya batu bara yang lama kelamaan akan habis karena terus di ambil untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia ataupun negara lain.
            Hal inilah yang membuat peneliti terdorong untuk menemukan sumber energi lain yang lebih efisien, dalam penelitian ini peneliti menggunakan buah apel , jeruk dan kentang sebagai bahan percobaan, selain mudah di jumpai, ternyata apel jeruk dan kentang tersebut berpotensi untuk menghaslkan energi listrik karena di dalamnya terdapat kandungan elektrolit.

Rumusan Masalah
            Objek penelitian ini adalah buah apel,jeruk,dan kentang, karena di dalamnya terdapat larutan elektrolit yang mampu bereaksi apabila di hubungkan dengan elektroda. Sebelumnya, terlabih dahulu kita harus mengetahui tentang elektroda dan elektrolit. Elektroda dalam sel elektrokimia dapat disebut sebagai anoda atau katoda, kata-kata yang juga diciptakan oleh Faraday. Anoda ini didefinisikan sebagai elektroda di mana elektron datang dari sel elektrokimia dan oksidasi terjadi, dan katoda didefinisikan sebagai elektroda di mana elektron memasuki sel elektrokimia dan reduksi terjadi. Setiap elektroda dapat menjadi sebuah anoda atau katoda tergantung dari tegangan listrik yang diberikan ke sel elektrokimia tersebut. Elektroda bipolar adalah elektroda yang berfungsi sebagai anoda dari sebuah sel elektrokimia dan katoda bagi sel elektrokimia lainnya.
Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom -atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, basa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan asam, basa dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan. atau bentuk liquid dan aqueous. sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit.
Oleh karena itu, apabila elektrolit dapat dihasilkan dari yang bersifat asam dan basa maka apel,jeruk,dan kentang dapat digunakan sebagai elektrolit, karena telah diketahui bahwa apel dan jeruk bersifat asam dan kentang bersifat basa.Sedangkan untuk elektroda bisa menggunakan seng dan tembaga karena seng dan tembaga merupakan penghantrar arus listrik yang baik.
            Berdasarkan uraian tersebut maka dihasilkan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Apakah apel,jerukdan kentang mampu menghasilkan arus listrik?
  2. Apabila dibandingkan antara ketiganya, manakah yang menghasilkan arus listrik lebih besar?


Tujuan Penelitian
            Tujuan umum :
Untuk mengetahui cara menghasilkan energi listrik dengan bahan apel dan jeruk.
Tujuan khusus :
ü      Untuk mengetahui kandungan apel,jeruk,dan kentang
ü      Untuk mengetahui seberapa besar energi listrik yang di hasilkan apel, jeruk dan kentang.
Manfaat Penelitian
Ø      Menambah wawasan peneliti tentang pemanfaatan apel,jeruk,dan kentang
Ø      Dapat membantu mengatasi kekurangan energi listrik.























BAB II
Kajian Pustaka

Materi yang mendasari
Apel (Pyrus malus) dapat hidup subur di daerah yang mempunyai temperatur udara dingin. Tumbuhan ini di Eropa dibudidayakan terutama di daerah subtropis bagian Utara. Sedang apel lokal di Indonesia yang terkenal berasal dari daerah Malang, Jawa Timur. Atau juga berasal dari daerah Gunung Pangrango, Jawa Barat. Di Indonesia, apel dapat tumbuh dan berkembang dengan baik apabila dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian sekitar 1200 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan apel dikatagorikan sebagai salah satu anggota keluarga mawar-mawaran dan mempunyai tinggi batang pohon dapat mencapai 7-10 meter. Daun apel sangat mirip dengan daun tumbuhan bunga mawar. Berbentuk bulat telur dan dihiasi gerigi-gerigi kecil pada tepiannya. Pada usia produktif, apel biasanya akan berbunga pada sekitar bulan Juli. Buah apel yang berukuran macam-macam tersebut sebenarnya merupakan bunga yang membesar atau mengembang sehingga menjadi buah yang padat dan berisi.
Apel banyak memiliki kandungan vitamin, mineral serta unsur lain seperti fitokimian, serat, tanin, baron, asam tartar, dan lainnya. Zat inilah yang sangat dipelukan bagi tubuh kita untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit.

 Jeruk atau limau adalah semua tumbuhan berbunga anggota marga Citrus dari suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Anggotanya berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antara anggotanya yang memiliki rasa manis. Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi terkandung pada semua anggotanya.
Sebutan "jeruk" kadang-kadang juga disematkan pada beberapa anggota marga lain yang masih berkerabat dalam suku yang sama, seperti kingkit. Dalam bahasa sehari-hari, penyebutan "jeruk" atau "limau" (di Sumatra dan Malaysia) seringkali berarti "jeruk keprok" atau "jeruk manis". Di Jawa, "limau" (atau "limo") berarti "jeruk nipis".
Jeruk sangatlah beragam dan beberapa spesies dapat saling bersilangan dan menghasilkan hibrida antar spesies ('interspecific hybrid) yang memiliki karakter yang khas, yang berbeda dari spesies tetuanya. Keanekaragaman ini seringkali menyulitkan klasifikasi, penamaan dan pengenalan terhadap anggota-anggotanya, karena orang baru dapat melihat perbedaan setelah bunga atau buahnya muncul. Akibatnya tidak diketahui dengan jelas berapa banyak jenisnya. Penelitian-penelitian terakhir menunjukkan adalah keterkaitan kuat Citrus dengan genus Fortunella (kumkuat), Poncirus, serta Microcitrus dan Eremocitrus, sehingga ada kemungkinan dilakukan penggabungan. Citrus sendiri memiliki dua anakmarga (subgenus), yaitu Citrus dan Papeda.
Asal jeruk adalah dari Asia Timur dan Asia Tenggara, membentuk sebuah busur yang membentang dari Jepang terus ke selatan hingga kemudian membelok ke barat ke arah India bagian timur. Jeruk manis dan lemon berasal dari Asia Timur, sedangkan jeruk bali, jeruk nipis dan jeruk purut berasal dari Asia Tenggara.
Banyak anggota jeruk yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan, wewangian, maupun industri. Buah jeruk adalah sumber vitamin C dan wewangian/parfum penting. Daunnya juga digunakan sebagai rempah-rempah.

            Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu sumber utama karbohidrat, yang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa Tanaman kentang asalnya dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh penduduk di sana sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini merupakan herba (tanaman pendek tidak berkayu) semusim dan menyukai iklim yang sejuk.
Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku  solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika selatan..
           
            Selain penjelasan di atas, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa di dalam buah apel,jeruk,dan kentang terdapat elektrolit yang mampu menghasilkan listrik.Jadi buah apel,jeruk,dan kentang dapat kita rangkai menjadi sebuah baterai.
Caranya, baterai apel ,jeruk dan kentang disusun secara seri. Pelat seng dari apel / jeruk / kentang pertama dihubungkan dengan pelat tembaga dari apel / jeruk / kentang yang kedua. Pelat seng apel / jeruk / kentang kedua dihubungkan dengan pelat seng apel / jeruk / kentang ketiga, dan begitu seterusnya.
Karena dalam buah apel dan jeruk terdapat cairan asam dan dalam kentang terdapat cairan basa yang berfungsi sebagai elektrolit maka pada rangkaian tersebut akan terjadi arus listrik dari pelat tembaga menuju pelat seng, hal ini membuktikan bahwa rangkaian ini mneghasilkan energi listrik. Untuk mendapat arus listrik yang besar diperlukan buah apel,jeruk,dan kentang yang lebih banyak.


Kerangka Berpikir
Apel , Jeruk , Kentang
Elektroda (seng dan tembaga)
LED
Kabel penghubung
Tusukkan elektroda
Hubungkan dengan kabel
Kabel dihubungkan dengan LED
Baterai yang dapat menghidupkan lampu LED

Hipotesis
Apel , Jeruk , Kentang dapat menghasilkan energi listrik.
BAB III
METODE PENELITIAN

Tempat danWaktu Penelitian
Waktu penelitian berlangsung selama dua minggu. Kegiatan pertama dimulai pada minggu pertama bulan juni 2011 dan berakhir pada minggu keempat bulan juni 2011. dalam waktu dua minggu itu digunakan untuk untuk berbagai kegiatan yang berhubungan dengan penelitian. Penelitian dilaksanakan di rumah peneliti. Karena alat-alat dan bahan yang digunakan untuk penelitian tersedia di lingkungan rumah.

Teknik Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Cara pengumpulan data adalah dengan cara experimen. Dengan menggunakan alat dan bahan sebagai berikut:

Alat dan bahan :
1. Cara kerja pada buah apel  :
ü      Tancapkan pelat tembaga dan pelat seng pada buah apel
ü      Hubungkan kedua pelat dengan kabel

2. Cara kerja pada buah jeruk :
Ø      Tancapkan pelat tembaga dan pelat seng pada buah jeruk
Ø      Hubungkan kedua pelat dengan kabel

3. Cara kerja pada kentang  :
ü      Tancapkan pelat tembaga dan pelat seng pada kentang.
ü      Hubungkan kedua pelat dengan kabel.

Untuk menguji voltasenya kita dapat menggunakan multimeter,
Rancangan Pembuatan
1.      Cara menghubungkan kabel dengan kawat tembaga dan seng jika ingin merangkai serinya yaitu: CU-ZN-CU-ZN-CU-ZN…dan japitkan capit buaya  pada kabel pada tembaga dan seng tersebut.
2.      Dan hubungkan pada lampu LED.
3.      Maka telah dihasilkan baterai apel, jeruk, dan kentang. hal ini membuktikan bahwa apel, jeruk, kentang dapat menghasilkan arus listrik dan bisa menjadi pengganti elektrolit, elemen ini disebut dengan elemen galvani.

Instrumen (Alat Pengumpulan Data)
Instrument pengumpul data yang digunakan berupa table perekaman hasil
experiment atau percobaan.

Pengujian Alat

Buah yang di pakai
Jumlah yang di pakai
Besar tegangan yang dihasilkan
Reaksi LED
Apel
1 buah
0,1 volt
tidak nyala
2 buah
0,2 volt
tidak nyala
6 buah
0,6 volt
tidak nyala
12 buah
1,2 volt
tidak nyala
24 buah
2,4 volt
Nyala




Jeruk
1 buah
0,9 volt
tidak nyala
2 buah
1,8 volt
tidak nyala
3 buah
3,6 volt
Nyala




Kentang
1 buah
0,5 volt
tidak nyala
2 buah
1,0 volt
tidak nyala
3 buah
1,5 volt
tidak nyala
4 buah
2,0 volt
Nyala


Penjelasan :

  1. Untuk menyalakan sebuah lampu LED dengan baterai apel dibutuhkan 24 buah apel yang di rangkai secara seri dengan tembaga dan seng sebagai katoda.
  2. Untuk menyalakan sebuah lampu LED dengan baterai jeruk dibutuhkan 3 buah jeruk yang di rangkai secara seri dengan tembaga dan seng sebagai katoda.
  3. Untuk menyalakan sebuah lampu LED dengan baterai kentang dibutuhkan 4 buah kentang yang di rangkai secara seri dengan tembaga dan seng sebagai katoda.

0 comments:

UbaidRahman